
Pernah suatu ketika Kiai Bisri Musthofa berbincang-bincang dengan sahabatnya, Kiyai Ali Ma’shum Krapyak tentang tulis menulis.
“Kalau soal kealiman, barangkali saya tidak kalah dari sampean. Bahkan mungkin saya lebih alim.” kata Kiai Ali ketika itu dengan nada kelakar seperti biasanya. “tapi mengapa sampean bisa begitu produktif menulis, sementara saya selalu gagal di tengah jalan. Baru separo atau sepertiga sudah macet tidak bisa melanjutkan.”
Dengan gaya khasnya, Kiai Bisri menjawab, “Lha soalnya sampean menulis lillahi ta’ala sih!”
Tentu saja jawaban ini mengejutkan Kiai Ali, “Lho, Kiai menulis kok tidak lillahi ta’ala, lalu dengan niat apa?”
“Kalau saya menulis dengan NIAT NYAMBUT GAWE CARI DUIT. Etos saya dalam menulis sama dengan penjahit. Lihatlah penjahit itu. Kalaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemui tamunya sambil terus bekerja. Soalnya, bila dia berhenti menjahit, periuknya bisa ngguling. Saya juga begitu. Kalau belum-belum sampean sudah niat yang mulia-mulia, setan akan mengganggu sampean. Dan pekerjaan sampean tidak akan selesai. Lha nanti kalau tulisan sudah jadi dan akan disetorkan kepada penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia. Li nasyril ‘ilmi atau apa. Setan perlu kita tipu.”
Kiyai Ali Ma’sum, “????.”
Dikutip dari biografi KH. Bisri Musthofa
–0o0o0–
Senyum sejenak tuk melepas kepenatan hidup. Sobat HIAS, seseorang jika ingin menaklukkan musuhnya, tentu ia dituntut harus tahu strategi penyerangan musuh. Begitupun kita, kita harus tahu strategi penyerangan musuh bebuyutan kita, siapa mereka? Yaitu syetan!
Dalam QS. Al-Arof ayat 17 dijelaskan bahwa setan akan datang menyerang dari 4 arah : depan, belakang, kiri dan kanan. Ulama menafsirkan keempat arah tersebut adalah : arah depan (manusia akan diragukan akan masa depan/ Akhirat), belakang (manusia disibukkan perkara dunia), kanan (manusia menyukai jabatan), kiri (syahwat berlebihan).
Nah, kita harus bisa menahan strategi- strategi syetan tersebut, agar mampu mengalahkan mereka. Semoga Alloh Swt memberikan kita kekuatan untuk bisa mengalahkan syetan dan meredam serangan hawa nafsu. Aamiin..
Wallaahu a’lam bishowab.
Baca juga di asalnya, page Humor Islami Ala Santri – HIAS
salaam santun ^^









